Jakarta, 27 September 2026 – Ndarboy dan Happy Asmara membawa warna musik Jawa ke layar lebar melalui film drama komedi musikal “Cidro Asmoro”. Film garapan sutradara Senoaji Julius tersebut memadukan campursari, drama, dan komedi dengan cerita mengenai dinamika industri musik. Ndarboy memerankan Daru, sedangkan Happy Asmara tampil sebagai karakter Happy yang ikut mewarnai perjalanan para tokoh dalam dunia musik. Film berdurasi 106 menit tersebut dijadwalkan tayang di bioskop mulai 8 Oktober 2026.
Cerita “Cidro Asmoro” berpusat pada Prita, seorang penjaga kafe sederhana yang diperankan Jodilee Warwick. Kehidupannya berubah setelah video dirinya menyanyikan lagu campursari dan berjoget menjadi viral di media sosial hingga meraih jutaan penonton. Popularitas yang datang secara mendadak kemudian membawa Prita memasuki industri musik profesional yang sebelumnya asing baginya. Dari titik tersebut, cerita berkembang dengan memperlihatkan perubahan kehidupan Prita sekaligus hubungannya dengan para musisi di sekitarnya.
Keviralan Prita kemudian menarik perhatian Erick, gitaris Ndarboy Genk yang diperankan Erick Estrada. Ia melihat popularitas tersebut sebagai peluang dan mendorong Daru untuk berduet dengan Prita. Kehadiran Prita ternyata memunculkan dinamika baru di tengah proyek kolaborasi Daru bersama Happy. Persaingan, kepentingan industri, persahabatan, dan perubahan hubungan antartokoh menjadi bagian dari konflik yang menggerakkan cerita.
Musik Jawa ditempatkan sebagai elemen penting dan bukan sekadar pelengkap dalam film tersebut. Lagu-lagu campursari digunakan untuk mengiringi perkembangan karakter sekaligus perjalanan cerita. Perpaduan musik dengan latar kehidupan masyarakat serta fenomena viral di media sosial membuat “Cidro Asmoro” membawa identitas lokal dalam cerita yang dekat dengan perkembangan budaya populer masa kini. Nuansa tersebut juga diperkuat melalui latar pedesaan dan Yogyakarta yang muncul dalam materi awal film.
Kehadiran Ndarboy dan Happy Asmara menjadi salah satu daya tarik karena keduanya dikenal memiliki hubungan kuat dengan musik berbahasa Jawa. Dalam film ini, keduanya tidak hanya hadir sebagai musisi, tetapi juga menjalankan peran dalam cerita. Kolaborasi tersebut mempertemukan pengalaman mereka di panggung musik dengan kebutuhan akting dalam format film panjang. Selain keduanya, jajaran pemain turut diperkuat Erick Estrada, Jodilee Warwick, dan Andra Bagindas.
“Cidro Asmoro” juga menjadi pengembangan dari semesta cerita yang sebelumnya hadir dalam format serial. Versi layar lebarnya diproduksi melalui kolaborasi VISION+, Adglow Pictures, Hompimpa Sinema, dan Kreator Visual Indonesia. Aji Fauzi, Agus Setiawan, dan Rene Sonata terlibat sebagai produser, sementara skenario ditulis Akbar Bayquni R, Raymond B. Gultom, dan Aldo Prahajanto. Lembaga Sensor Film mengklasifikasikan film tersebut untuk penonton berusia 13 tahun ke atas.
Melalui “Cidro Asmoro”, musik campursari dan budaya Jawa mendapatkan ruang lebih besar dalam kemasan film populer. Cerita mengenai popularitas mendadak, persaingan, persahabatan, dan pencarian jati diri digunakan untuk menghubungkan musik dengan kehidupan para karakter. Kehadiran Ndarboy dan Happy Asmara sekaligus memperkuat identitas musikal yang menjadi fondasi film tersebut. Penonton dapat menyaksikan perpaduan musik Jawa, drama, dan komedi tersebut ketika “Cidro Asmoro” mulai diputar di bioskop pada 8 Oktober 2026.





