Perang di Ukraina dan Dampaknya terhadap Ekonomi Global: Inflasi, Energi, dan Krisis Pangan Dunia

PENGARUH PERANG RUSIA-UKRAINA TERHADAP EKONOMI INTERNATIONAL

Perang yang berlangsung sejak Februari 2022 antara Rusia dan Ukraina masih meninggalkan dampak besar bagi perekonomian global. Konflik bersenjata ini bukan hanya tragedi kemanusiaan, tetapi juga memicu gelombang guncangan ekonomi yang dirasakan hampir di seluruh penjuru dunia. Inflasi melonjak, harga energi meroket, dan ketahanan pangan global diuji.

Guncangan Harga Energi dan Pangan

Rusia dan Ukraina adalah pemasok utama komoditas global, termasuk gandum, minyak bunga matahari, pupuk, gas alam, dan logam strategis seperti nikel dan palladium. Ketika konflik meletus, ekspor dari kedua negara terganggu parah, mengakibatkan:

  • Harga gandum melonjak hingga 40% pada tahun pertama perang, mengancam pasokan pangan di negara-negara berkembang.

  • Harga minyak mentah sempat menyentuh $130 per barel karena pasokan dari Rusia terganggu oleh sanksi dan pembatasan ekspor.

  • Negara-negara di Eropa terpaksa mempercepat diversifikasi energi mereka, beralih ke LNG dari Amerika Serikat dan Norwegia.

Lonjakan harga ini menyebabkan inflasi global meningkat tajam, khususnya di sektor transportasi dan makanan pokok. Di Afrika dan Asia Selatan, inflasi pangan mencapai level tertinggi sejak 2008.

Pemulihan Ekonomi Tertunda

Lembaga global seperti IMF dan Bank Dunia mencatat bahwa perang Ukraina telah menurunkan pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 0,7–1,0% sejak 2022. Negara-negara berkembang paling merasakan dampaknya, karena:

  • Biaya impor pangan dan energi naik signifikan.

  • Arus investasi asing tersendat.

  • Mata uang banyak negara terdepresiasi terhadap dolar AS.

Di sisi lain, volatilitas pasar keuangan global turut meningkat, dengan pasar saham dan obligasi bereaksi keras terhadap setiap eskalasi atau kabar gencatan senjata.

Gangguan Rantai Pasokan dan Industri Teknologi

Ukraina adalah produsen utama neon gas, komponen penting dalam produksi chip semikonduktor. Gangguan pasokan menyebabkan:

  • Penundaan produksi otomotif dan elektronik.

  • Keterlambatan pasokan di industri global, terutama di Asia dan Eropa.

  • Peningkatan biaya produksi barang teknologi tinggi.

Industri teknologi global mengalami stagnasi selama dua tahun pertama perang, dengan pemulihan baru terasa mulai awal 2025.

Dampak Terhadap Rusia dan Ukraina

Rusia, meski masih mengekspor energi ke negara-negara non-Barat, mengalami:

  • Pelemahan nilai rubel,

  • Inflasi domestik yang tinggi,

  • Defisit anggaran,

  • Dan pengucilan dari pasar keuangan internasional.

Ukraina menghadapi kontraksi ekonomi mendalam, dengan:

  • Lebih dari 22% GDP hilang sejak 2022,

  • Infrastruktur rusak parah,

  • Ketergantungan tinggi pada bantuan internasional,

  • Dan utang negara yang membengkak.

Prospek dan Prediksi Ekonomi ke Depan

Meski sebagian harga energi dan pangan mulai stabil sejak pertengahan 2024, banyak negara masih berjuang memulihkan daya beli masyarakatnya. Lembaga-lembaga ekonomi dunia memprediksi:

  • Pertumbuhan global akan tetap lemah hingga akhir 2025.

  • Negara-negara produsen energi alternatif seperti AS, Qatar, dan Indonesia berpeluang besar meningkatkan pengaruhnya.

  • Peta energi global berubah, dengan Eropa kini lebih mandiri dari pasokan Rusia.

JPMorgan bahkan memprediksi bahwa jika gencatan senjata permanen terjadi di tahun ini, sejumlah mata uang negara berkembang seperti Lira Turki dan Forint Hungaria akan menguat kembali terhadap dolar AS.


Kesimpulan

Perang di Ukraina telah membuktikan bahwa konflik regional dapat menjalar menjadi krisis ekonomi global. Gangguan pasokan, ketidakpastian pasar, dan melonjaknya harga kebutuhan pokok merupakan bukti nyata bahwa dunia kini saling terhubung lebih erat dari sebelumnya.

Penting bagi negara-negara, termasuk Indonesia, untuk membangun ketahanan ekonomi dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik — melalui diversifikasi energi, penguatan pangan nasional, dan transformasi industri yang mandiri.

Related Posts

Afrika Luncurkan Mega Program Penanaman 1 Miliar Pohon: Solusi Besar untuk Iklim dan Restorasi Ekosistem

Benua Afrika menapaki tonggak baru dalam restorasi lingkungan. Melalui inisiatif besar bernama “One Billion Trees for Africa”, negara-negara di kawasan memulai kampanye skala besar untuk menangkal degradasi lahan dan membangun…

Pengelolaan Sumber Daya Alam di Indonesia di Era Modern

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan kekayaan sumber daya alam (SDA) terbesar di dunia. Dari tambang emas dan batu bara, hutan tropis yang luas, hingga laut yang kaya akan…

You Missed

Andai – Gigi: Lagu tentang Penyesalan

Sikap Duniawi – Isyana Sarasvati: Kritik Sosial dalam Balutan Pop

Soulmate – Kahitna: Lagu Romantis tentang Belahan Jiwa

Persik Kediri Tampil Gemilang, Raih Kemenangan Atas Barito Putera

Persija Jakarta Raih Kemenangan Dramatis atas PSS Sleman dalam Pertandingan Penuh Ketegangan

Diantara Kalian – D’Masiv: Cinta Segitiga yang Menyakitkan