Jakarta, 8 Mei 2026 – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memberi sinyal adanya kemungkinan penyesuaian harga bahan bakar minyak jenis RON 92 atau Pertamax menyusul dinamika harga minyak dunia yang terus berfluktuasi.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik internasional yang memengaruhi pasar energi global. Harga minyak mentah dunia dalam beberapa waktu terakhir mengalami tekanan akibat situasi di Timur Tengah dan gangguan distribusi energi internasional.
Bahlil menyebut pemerintah terus memantau perkembangan harga minyak global serta kondisi nilai tukar rupiah sebelum mengambil keputusan terkait kebijakan energi domestik. Menurutnya, berbagai faktor eksternal memiliki pengaruh besar terhadap biaya pengadaan BBM di dalam negeri.
Meski memberi sinyal potensi penyesuaian harga, pemerintah menegaskan keputusan akhir masih akan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat dan stabilitas nasional. Kebijakan energi disebut harus menjaga keseimbangan antara keberlanjutan fiskal dan daya beli publik.
Jenis BBM RON 92 sendiri selama ini menjadi salah satu produk bahan bakar nonsubsidi yang banyak digunakan masyarakat, terutama pemilik kendaraan pribadi di perkotaan. Karena itu, perubahan harga Pertamax biasanya langsung mendapat perhatian luas dari publik.
Pengamat ekonomi energi menilai tekanan harga minyak global memang dapat memengaruhi harga jual BBM nonsubsidi di Indonesia. Namun mereka juga mengingatkan pentingnya komunikasi yang jelas dari pemerintah agar masyarakat memahami faktor-faktor yang memicu potensi penyesuaian harga.
Di sisi lain, sejumlah masyarakat berharap pemerintah tetap menjaga stabilitas harga energi agar tidak memberikan dampak besar terhadap biaya transportasi dan kebutuhan sehari-hari. Kenaikan harga BBM biasanya juga berpengaruh terhadap sektor logistik dan harga barang di pasaran.
Hingga kini pemerintah masih melakukan evaluasi dan belum mengumumkan keputusan resmi terkait perubahan harga BBM RON 92. Masyarakat diminta menunggu informasi resmi sambil pemerintah terus memantau perkembangan situasi energi global.






