Yogyakarta, 23 September 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta melakukan penataan dan perluasan kawasan Stasiun Lempuyangan untuk meningkatkan konektivitas antarmoda sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di Kota Yogyakarta. Pengembangan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan penumpang yang menggunakan salah satu simpul transportasi utama di wilayah tersebut. Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengatakan volume penumpang Stasiun Lempuyangan terus mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan perlunya peningkatan kapasitas dan kualitas fasilitas stasiun. Penataan diharapkan membuat pergerakan penumpang dan masyarakat sekitar menjadi lebih tertib.
Tahap awal pengembangan difokuskan pada sisi selatan Stasiun Lempuyangan dengan melakukan perluasan kawasan. KAI juga memisahkan akses khusus untuk kendaraan yang mengantar dan menjemput penumpang dengan akses jalan umum. Pemisahan tersebut ditujukan untuk mengurangi pertemuan arus kendaraan yang selama ini berpotensi menimbulkan kepadatan di sekitar stasiun. Kawasan antar-jemput penumpang juga menjadi bagian yang dipersiapkan dalam pengembangan tersebut. Penataan lahan dilakukan setelah sejumlah bangunan penunjang dan rumah dinas di kawasan itu dibongkar.
Kebutuhan pengembangan semakin terlihat dari tingginya jumlah masyarakat yang menggunakan Stasiun Lempuyangan. Pada 2024, stasiun tersebut melayani 5.392.700 penumpang dan meningkat sekitar empat persen menjadi 5.605.414 penumpang sepanjang 2025. Rata-rata penumpang kereta api jarak jauh yang naik dan turun mencapai 12.586 orang setiap hari. Sementara pengguna KRL Commuter Line Yogyakarta-Palur yang dilayani stasiun tersebut mencapai sekitar 4.500 orang per hari. Selain melayani perjalanan penumpang, Stasiun Lempuyangan juga memiliki fungsi dalam pelayanan angkutan barang.
Pengembangan tidak hanya diarahkan untuk memperbesar kapasitas pelayanan, tetapi juga memperkuat integrasi dengan moda transportasi lainnya. KAI menargetkan Stasiun Lempuyangan berkembang menjadi simpul integrasi antarmoda yang memberikan kemudahan bagi masyarakat maupun wisatawan. Penumpang diharapkan dapat berpindah dari kereta api menuju moda transportasi lanjutan dengan lebih mudah dan tertata. Integrasi tersebut menjadi penting karena Stasiun Lempuyangan merupakan salah satu pintu masuk menuju Kota Yogyakarta. Kemudahan akses diharapkan turut meningkatkan daya tarik penggunaan transportasi umum.
KAI juga mengusung konsep yang mengoptimalkan fungsi stasiun sebagai ruang publik, tidak hanya sebagai tempat naik dan turun penumpang. Pengembangan diarahkan untuk menghubungkan tempat, masyarakat, dan komunitas sehingga kawasan stasiun dapat berkembang sebagai pusat aktivitas. Konsep tersebut membuka peluang tumbuhnya kegiatan ekonomi di sekitar kawasan melalui pergerakan penumpang yang tinggi. Pelaku UMKM, perdagangan, jasa transportasi, hingga sektor akomodasi berpotensi memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas masyarakat. Stasiun dengan akses yang semakin baik juga dapat memperkuat hubungan antara pusat transportasi dan berbagai destinasi di Yogyakarta.
Sektor pariwisata menjadi salah satu bidang yang diharapkan memperoleh dampak dari pengembangan Stasiun Lempuyangan. Konektivitas yang baik dapat mempermudah wisatawan melanjutkan perjalanan menuju berbagai kawasan wisata, pusat perdagangan, maupun fasilitas publik. Pada saat bersamaan, peningkatan kualitas kawasan stasiun diharapkan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman sejak wisatawan tiba di Yogyakarta. Pertumbuhan mobilitas tersebut dapat mendorong peningkatan transaksi pada berbagai sektor ekonomi lokal. Karena itu, pengembangan stasiun ditempatkan sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas sekaligus aktivitas ekonomi perkotaan.
Penataan Stasiun Lempuyangan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan operasional serta kelancaran perjalanan penumpang. KAI juga perlu menjaga fungsi kawasan selama pekerjaan berlangsung agar pelayanan kereta api tetap berjalan. Setelah pengembangan selesai, kawasan stasiun diharapkan memiliki akses yang lebih teratur, fasilitas yang lebih memadai, dan konektivitas antarmoda yang semakin kuat. Perubahan tersebut ditargetkan memberikan manfaat tidak hanya bagi pengguna kereta api, tetapi juga masyarakat dan pelaku ekonomi di sekitar kawasan. Dengan jumlah penumpang yang terus meningkat, Stasiun Lempuyangan diproyeksikan semakin berperan sebagai salah satu simpul mobilitas sekaligus pendukung pertumbuhan ekonomi Yogyakarta.






