Roberto Firmino: Arsitek Serangan Liverpool yang Tak Tergantikan

Roberto Firmino: Arsitek Serangan Liverpool yang Tak Tergantikan

Roberto Firmino Barbosa de Oliveira, atau yang lebih dikenal sebagai Roberto Firmino, adalah salah satu pemain sepak bola paling berpengaruh dalam sejarah modern Liverpool FC. Lahir pada 2 Oktober 1991 di Maceió, Brasil, Firmino menjelma menjadi pemain kunci dalam era keemasan Liverpool di bawah asuhan Jürgen Klopp. Meski tak selalu menjadi pencetak gol utama, peranannya sebagai “false nine” yang cerdas menjadikan dirinya fondasi dalam kesuksesan lini serang The Reds.

Awal Karier: Dari Brasil ke Bundesliga

Firmino memulai karier profesionalnya di klub Brasil, Figueirense, sebelum menarik perhatian klub Jerman, TSG Hoffenheim, yang merekrutnya pada tahun 2011. Di Bundesliga, ia menunjukkan bakat luar biasa sebagai gelandang serang yang kreatif dan pekerja keras. Kemampuannya untuk mencetak gol dan menciptakan peluang membuatnya menjadi salah satu pemain muda paling menjanjikan di Eropa saat itu.

Selama lima musim bersama Hoffenheim, Firmino mencetak 38 gol dalam 140 penampilan dan menjadi pusat perhatian klub-klub besar. Performanya yang stabil membawanya ke radar Liverpool, yang akhirnya memboyongnya ke Anfield pada musim panas 2015 dengan nilai transfer sekitar £29 juta.

Transformasi di Liverpool: Dari Gelandang ke False Nine

Ketika pertama kali bergabung dengan Liverpool, Firmino lebih dikenal sebagai gelandang serang. Namun, di bawah asuhan Jürgen Klopp, ia bertransformasi menjadi penyerang tengah yang unik. Bukan striker konvensional, Firmino bermain sebagai “false nine” — posisi yang mengandalkan mobilitas, kecerdasan taktik, dan kemampuan berkolaborasi dengan winger seperti Mohamed Salah dan Sadio Mané.

Firmino bukanlah striker yang haus gol seperti rekan-rekannya di lini depan, tetapi kontribusinya luar biasa. Ia dikenal karena pressing intensifnya, umpan-umpan satu-dua yang cerdas, serta kemampuannya membuka ruang bagi pemain lain. Dalam banyak pertandingan, kehadiran Firmino lebih terasa daripada statistiknya.

Puncak Karier: Juara Liga Champions dan Premier League

Musim 2018/2019 menjadi momen penting dalam karier Firmino. Bersama Salah dan Mané, ia membentuk trisula maut yang membawa Liverpool menjuarai Liga Champions setelah mengalahkan Tottenham Hotspur di final. Tak berhenti di situ, musim berikutnya, Liverpool akhirnya meraih gelar Premier League pertama mereka dalam 30 tahun, dengan Firmino memainkan peran vital sepanjang musim.

Dalam periode emas ini, Firmino menjadi simbol dari sistem gegenpressing Klopp yang menuntut kerja sama, pengorbanan, dan intensitas tinggi. Meskipun jarang mencetak lebih dari 15 gol per musim, ia tetap menjadi favorit di kalangan fans berkat gaya bermainnya yang tidak egois.

Peran di Timnas Brasil

Firmino juga menjadi bagian penting dalam skuad tim nasional Brasil. Ia ikut serta dalam Piala Dunia 2018 dan menjadi bagian dari tim yang menjuarai Copa América 2019. Di timnas, perannya kerap berganti tergantung kebutuhan pelatih, namun kualitas teknik dan visi bermainnya tetap menjadi nilai tambah.

Kepindahan ke Arab Saudi dan Warisan di Liverpool

Pada 2023, Firmino mengakhiri masa baktinya di Liverpool dan melanjutkan karier di Al-Ahli Saudi FC. Kepindahan ini menjadi akhir dari era emas trio Firmino-Salah-Mané, yang telah membawa kejayaan luar biasa ke Merseyside.

Warisan Firmino di Liverpool sangat besar. Ia akan dikenang bukan hanya sebagai pencetak gol, tapi sebagai jantung dari sistem Klopp — seorang maestro yang menyatukan lini depan dengan kecerdasan dan kerendahan hati. Dalam dunia sepak bola yang sering kali menilai pemain dari jumlah gol, Firmino membuktikan bahwa kontribusi sejati tak selalu terlihat di papan skor.

Related Posts

Imagine – John Lennon: Makna Perdamaian Tanpa Batas

Sebuah Lagu yang Melampaui Zaman “Imagine” karya John Lennon adalah salah satu lagu paling ikonik dalam sejarah musik dunia. Dirilis pada tahun 1971, lagu ini tidak hanya menjadi karya seni,…

Argentina Andalkan Messi di Copa America Terakhirnya?

Copa America 2025 menjadi ajang yang penuh emosi bagi para penggemar sepak bola Argentina. Lionel Messi, ikon terbesar dalam sejarah sepak bola negara tersebut, diprediksi akan tampil untuk terakhir kalinya…

You Missed

Andai – Gigi: Lagu tentang Penyesalan

Sikap Duniawi – Isyana Sarasvati: Kritik Sosial dalam Balutan Pop

Soulmate – Kahitna: Lagu Romantis tentang Belahan Jiwa

Persik Kediri Tampil Gemilang, Raih Kemenangan Atas Barito Putera

Persija Jakarta Raih Kemenangan Dramatis atas PSS Sleman dalam Pertandingan Penuh Ketegangan

Diantara Kalian – D’Masiv: Cinta Segitiga yang Menyakitkan