Jakarta, 5 Mei 2026 – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyoroti proses seleksi calon direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2026–2030 yang saat ini tengah berlangsung. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diketahui telah mengantongi sebanyak 28 nama kandidat yang akan diseleksi lebih lanjut.
Proses seleksi ini menjadi perhatian karena posisi direksi BEI dinilai strategis dalam menjaga stabilitas dan perkembangan pasar modal Indonesia. OJK menegaskan bahwa seluruh kandidat akan melalui tahapan uji kelayakan dan kepatutan untuk memastikan kompetensi serta integritas.
Presiden Prabowo menekankan pentingnya transparansi dan profesionalisme dalam proses seleksi tersebut. Ia berharap kandidat yang terpilih nantinya mampu memperkuat kepercayaan investor serta mendorong pertumbuhan pasar modal nasional.
OJK menyatakan bahwa seleksi dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk pengalaman di bidang keuangan, pemahaman pasar modal, serta rekam jejak yang baik. Tahapan ini diharapkan dapat menghasilkan kepemimpinan yang solid untuk BEI ke depan.
Pengamat ekonomi menilai bahwa pemilihan direksi yang tepat akan berdampak besar terhadap iklim investasi di Indonesia. Kepemimpinan yang kuat dinilai mampu menghadapi tantangan global serta meningkatkan daya saing pasar modal nasional.
Dengan adanya 28 kandidat yang telah dikantongi, proses seleksi diharapkan berjalan lancar hingga tahap akhir. Hasilnya akan menjadi penentu arah kebijakan dan strategi BEI dalam beberapa tahun mendatang.






