Jumat, 17 Juli 2026 Ketegangan antara Argentina dan Inggris kembali menjadi perhatian menjelang pertemuan kedua negara di Piala Dunia 2026. Salah satu isu yang kembali mencuat adalah Kepulauan Malvinas, wilayah yang selama puluhan tahun menjadi sengketa antara kedua negara dan selalu memiliki nilai historis maupun politik yang sangat sensitif.
Bagi Argentina, wilayah tersebut dikenal sebagai Islas Malvinas dan dianggap sebagai bagian dari kedaulatan nasional. Sementara itu, Inggris mengelolanya sebagai Falkland Islands, dengan pemerintahan sendiri sebagai wilayah seberang laut Britania Raya. Perbedaan pandangan tersebut membuat isu Malvinas kerap muncul setiap kali Argentina dan Inggris bertemu di berbagai ajang internasional.
Di luar persoalan politik, tidak banyak yang mengetahui bahwa Kepulauan Malvinas juga memiliki tim nasional sepak bola sendiri. Tim tersebut mewakili wilayah itu dalam sejumlah kompetisi regional dan pertandingan persahabatan yang diikuti oleh wilayah-wilayah kecil maupun pulau-pulau di dunia.
Meski memiliki tim nasional, Malvinas belum menjadi anggota FIFA maupun konfederasi sepak bola internasional. Karena itu, mereka tidak dapat mengikuti ajang resmi seperti Piala Dunia atau kompetisi kontinental yang berada di bawah naungan FIFA.
Sepak bola tetap menjadi olahraga yang cukup populer di kepulauan tersebut. Kompetisi lokal rutin digelar dengan melibatkan klub-klub yang berasal dari komunitas setempat, sementara tim nasional dibentuk dari para pemain yang aktif di liga domestik.
Setiap kali Argentina berhadapan dengan Inggris, isu Malvinas hampir selalu menjadi pembahasan di luar lapangan. Namun, berbagai pihak di dunia sepak bola terus mengingatkan agar rivalitas sejarah tersebut tidak mengganggu sportivitas pertandingan.
Bagi para pemain kedua tim, fokus utama tetap tertuju pada persaingan memperebutkan kemenangan di lapangan. Mereka diharapkan mampu menjaga profesionalisme meski laga sarat dengan sejarah panjang yang melatarbelakanginya.
Pertemuan Argentina dan Inggris di Piala Dunia 2026 pun kembali memperlihatkan bahwa sepak bola tidak hanya menghadirkan persaingan olahraga, tetapi juga membawa cerita sejarah dan identitas yang masih melekat kuat hingga saat ini.





