Jakarta, 10 Mei 2026 – Kondisi kesehatan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mulai terungkap ke publik setelah otoritas Iran memberikan penjelasan terkait cedera yang dialaminya dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel beberapa waktu lalu.
Pejabat Iran menyebut Mojtaba Khamenei mengalami cedera pada tempurung lutut dan bagian bawah punggung akibat gelombang ledakan ketika serangan menghantam kompleks kepemimpinan Iran pada 28 Februari 2026. Ia disebut sempat terjatuh saat menuju kediamannya di tengah situasi serangan tersebut.
Selain luka pada lutut dan punggung, otoritas Iran juga mengungkap adanya luka kecil di belakang telinga yang kini diklaim sudah pulih. Pemerintah Iran membantah rumor yang menyebut Khamenei mengalami cedera parah di bagian wajah atau kepala.
Menurut pejabat Iran, kondisi kesehatan Mojtaba Khamenei saat ini disebut dalam keadaan baik dan terus membaik. Cedera pada punggung dikabarkan sudah pulih, sementara cedera lutut disebut akan segera sembuh sepenuhnya.
Meski demikian, sejumlah media internasional melaporkan adanya perbedaan informasi terkait tingkat keparahan luka yang dialami pemimpin Iran tersebut. Beberapa laporan Barat menyebut cedera yang dialami lebih serius dibanding keterangan resmi pemerintah Iran.
Sejak serangan yang menewaskan ayahnya, Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei diketahui belum banyak tampil di depan publik. Hal itu memicu berbagai spekulasi mengenai kondisi kesehatannya dan situasi politik internal Iran.
Pemerintah Iran menegaskan absennya Mojtaba dari ruang publik lebih disebabkan alasan keamanan di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. Otoritas Iran juga memastikan sang pemimpin tetap menjalankan tugas kenegaraan dan akan berbicara kepada publik “pada waktu yang tepat.”





