Jakarta, 9 Mei 2026 – Atlet ultra cycling asal Indonesia, Juney Hanafi, mencatat sejarah setelah berhasil menjadi orang Indonesia pertama yang menjuarai ajang balap sepeda ekstrem Lintang Flores. Kompetisi yang dikenal memiliki rute berat sepanjang sekitar 1.034 kilometer itu disebut sebagai salah satu tantangan endurance paling berat di kawasan Asia Tenggara.
Lintang Flores terkenal dengan jalur ekstrem yang melintasi tanjakan panjang, cuaca panas, tikungan tajam, hingga medan terpencil di berbagai wilayah Pulau Flores. Karena tingkat kesulitannya, banyak peserta menjuluki lintasan tersebut sebagai “rute neraka” bagi para pesepeda endurance.
Juney Hanafi berhasil menyelesaikan perlombaan dengan performa impresif setelah melewati perjalanan panjang yang menguras fisik dan mental. Kemenangan tersebut menjadi pencapaian penting, tidak hanya bagi dirinya secara pribadi tetapi juga untuk dunia olahraga endurance Indonesia.
Sepanjang perlombaan, para peserta harus menghadapi tantangan berat mulai dari minimnya waktu istirahat, perubahan cuaca ekstrem, hingga kondisi jalan yang tidak selalu mulus. Ketahanan fisik dan mental menjadi faktor utama untuk bisa mencapai garis finis.
Keberhasilan Juney mendapat banyak apresiasi dari komunitas olahraga dan pecinta sepeda di Indonesia. Banyak pihak menilai pencapaiannya menunjukkan bahwa atlet Indonesia mampu bersaing dan berprestasi dalam ajang olahraga ketahanan tingkat internasional.
Lintang Flores sendiri bukan sekadar kompetisi olahraga, tetapi juga dikenal sebagai ajang yang memperkenalkan keindahan alam Flores kepada dunia. Para peserta melintasi berbagai kawasan eksotis dengan panorama pegunungan, pesisir, hingga desa-desa tradisional yang menjadi ciri khas wilayah tersebut.
Meski menawarkan pemandangan indah, medan berat membuat perlombaan ini hanya diikuti atlet dengan persiapan fisik dan pengalaman endurance yang matang. Tidak sedikit peserta yang gagal menyelesaikan lomba akibat kelelahan atau kendala teknis selama perjalanan.
Juney Hanafi mengaku tantangan terbesar dalam perlombaan bukan hanya soal kekuatan fisik, tetapi juga kemampuan menjaga fokus dan mental selama berhari-hari di atas sepeda. Konsistensi ritme dan strategi energi menjadi kunci penting dalam menghadapi lintasan panjang tersebut.
Pencapaian ini juga diharapkan dapat semakin mendorong perkembangan olahraga ultra cycling di Indonesia. Komunitas sepeda endurance dalam beberapa tahun terakhir memang terus berkembang dan mulai menarik perhatian lebih luas dari masyarakat.
Dengan keberhasilannya menaklukkan rute ekstrem Lintang Flores, Juney Hanafi kini menjadi simbol semangat ketahanan dan perjuangan atlet Indonesia di ajang olahraga endurance internasional.






