Jakarta, 28 Agustus 2026 – Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Presiden Timor-Leste José Ramos-Horta dalam agenda yang turut melibatkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari penguatan kerja sama Indonesia dan Timor-Leste, khususnya dalam bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, dan pembangunan.
Bahas Sains dan Teknologi
Pertemuan antara kedua negara turut menyoroti pentingnya ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mendukung pembangunan. Isu tersebut menjadi semakin strategis di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung cepat.
Indonesia sendiri tengah mendorong penguatan ekosistem riset dan inovasi melalui BRIN serta pengembangan pendidikan tinggi dan sumber daya manusia.
Kehadiran jajaran bidang pendidikan tinggi dan riset dalam agenda tersebut menunjukkan bahwa kerja sama kedua negara tidak hanya diarahkan pada hubungan diplomatik, tetapi juga pada pengembangan kapasitas ilmu pengetahuan.
Ramos-Horta Hadiri Forum Sains
Kunjungan José Ramos-Horta ke Indonesia berlangsung setelah dirinya menghadiri rangkaian Science for Development Summit 2026 di Dili, Timor-Leste.
Forum yang berlangsung pada 24-25 Agustus tersebut mempertemukan para peraih Nobel, penerima Turing Award, ilmuwan, akademisi, peneliti, dan inovator untuk membahas pemanfaatan sains dan teknologi bagi pembangunan.
Sejumlah topik yang dibahas dalam forum tersebut mencakup kesehatan, ketahanan iklim, pertanian, pendidikan, transformasi digital, serta ekonomi.
Peran BRIN Diperkuat
BRIN menjadi salah satu institusi penting dalam agenda pengembangan ilmu pengetahuan Indonesia. Pemerintah sebelumnya menegaskan bahwa riset dan inovasi merupakan fondasi penting untuk mewujudkan Indonesia yang maju, mandiri, dan memiliki daya saing.
Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya penguasaan sains dan teknologi. Menurutnya, kemampuan suatu negara mengembangkan dan menguasai kedua bidang tersebut menjadi salah satu faktor yang menentukan kemajuan bangsa.
Karena itu, kerja sama internasional di bidang riset dan inovasi dinilai dapat membuka peluang pertukaran pengetahuan serta pengembangan kapasitas peneliti.
Hubungan Indonesia-Timor-Leste
Pertemuan Prabowo dan Ramos-Horta juga memperlihatkan hubungan yang semakin berkembang antara Indonesia dan Timor-Leste.
Kedua negara memiliki kedekatan geografis serta hubungan sejarah yang panjang. Kerja sama di berbagai sektor diharapkan dapat terus diperluas, termasuk melalui pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Kolaborasi di bidang ilmu pengetahuan juga dapat memberikan manfaat bagi kedua negara dalam menghadapi tantangan pembangunan dan perubahan global.
Dorong Kolaborasi Pendidikan
Keterlibatan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam agenda tersebut menjadi peluang untuk memperkuat hubungan antarlembaga pendidikan tinggi kedua negara.
Kolaborasi dapat mencakup pertukaran akademisi dan peneliti, pengembangan program pendidikan, serta kerja sama penelitian pada bidang-bidang strategis.
Kerja sama semacam ini diharapkan tidak berhenti pada pertemuan tingkat tinggi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Fokus pada Pembangunan
Pertemuan tersebut memperlihatkan bahwa sains dan teknologi semakin menjadi bagian penting dalam diplomasi pembangunan. Indonesia dan Timor-Leste memiliki kesempatan untuk saling bertukar pengalaman sekaligus mengembangkan kerja sama yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing negara.
Penguatan hubungan melalui pendidikan, riset, dan inovasi juga dapat menjadi investasi jangka panjang bagi kedua negara.
Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Timor-Leste José Ramos-Horta turut membawa agenda penguatan kerja sama di bidang pendidikan tinggi, sains, teknologi, dan riset. Dengan melibatkan jajaran terkait serta BRIN, hubungan Indonesia-Timor-Leste diharapkan semakin berkembang melalui kolaborasi ilmu pengetahuan dan pembangunan.





