Jakarta, 30 Mei 2026 – Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Selatan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kemacetan yang terjadi akibat pekerjaan perbaikan jalan amblas di kawasan Lenteng Agung. Perbaikan tersebut dilakukan sebagai langkah darurat untuk menjamin keselamatan pengguna jalan sekaligus mencegah kerusakan yang lebih luas pada infrastruktur di lokasi tersebut. Meski menimbulkan gangguan arus lalu lintas, pekerjaan dinilai perlu dilakukan secepat mungkin agar kondisi jalan dapat kembali normal.
Jalan yang mengalami amblas tersebut menjadi perhatian karena berada di salah satu jalur yang memiliki tingkat mobilitas cukup tinggi. Setelah menerima laporan mengenai kerusakan, petugas langsung melakukan pengecekan lapangan untuk mengidentifikasi penyebab dan tingkat kerusakan yang terjadi. Hasil pemeriksaan menunjukkan perlunya tindakan perbaikan segera guna menghindari potensi risiko bagi pengendara yang melintas setiap hari.
Dalam proses pengerjaan, sebagian badan jalan harus ditutup sementara sehingga kapasitas jalur kendaraan berkurang. Kondisi ini menyebabkan antrean kendaraan, terutama pada jam-jam sibuk ketika volume lalu lintas meningkat. Sudin SDA Jakarta Selatan mengakui bahwa dampak kemacetan tidak dapat dihindari sepenuhnya, namun pihaknya berupaya mempercepat pekerjaan agar gangguan terhadap aktivitas masyarakat dapat diminimalkan.
Pemerintah daerah juga melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk membantu mengatur arus lalu lintas selama proses perbaikan berlangsung. Langkah tersebut dilakukan guna menjaga kelancaran mobilitas warga sekaligus memastikan keselamatan pekerja yang berada di lokasi proyek. Masyarakat diimbau untuk mencari jalur alternatif apabila memungkinkan serta mengikuti arahan petugas yang bertugas di lapangan.
Sudin SDA Jakarta Selatan menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur dilakukan demi kepentingan jangka panjang dan keselamatan pengguna jalan. Setelah pekerjaan selesai, kondisi jalan diharapkan kembali aman dan nyaman digunakan oleh masyarakat. Permohonan maaf yang disampaikan menjadi bentuk tanggung jawab atas ketidaknyamanan yang terjadi, sekaligus komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur dan pelayanan publik di wilayah Jakarta Selatan.






