Serang, 12 September 2026 – Warga di kawasan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat yang mengambang di aliran Kali Terate pada Sabtu sore. Penemuan tersebut langsung dilaporkan kepada kepolisian yang kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan proses evakuasi. Kapolsek Kramatwatu Kompol Bai Ma’mun mengatakan petugas masih berada di lokasi ketika laporan mengenai penemuan jenazah diterima. Hingga proses evakuasi berlangsung, identitas korban belum diketahui secara pasti. Polisi juga belum dapat memastikan jenis kelamin maupun informasi pribadi lainnya karena pemeriksaan awal masih dilakukan. Penemuan ini menarik perhatian warga sekitar yang sebelumnya melihat tubuh korban berada di aliran kali.
Polisi mendapatkan informasi mengenai penemuan mayat tersebut sekitar pukul 16.30 WIB. Setelah laporan diterima, anggota kepolisian segera bergerak menuju Kali Terate untuk memastikan kondisi di lapangan dan mengevakuasi jenazah. Proses pengangkatan dilakukan dengan hati-hati agar kondisi tubuh korban tetap dapat diperiksa untuk kepentingan identifikasi. Petugas juga mengamankan area sekitar lokasi agar proses evakuasi dapat berlangsung tanpa terganggu kerumunan masyarakat. Setelah berhasil diangkat dari aliran kali, jenazah akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui identitas dan kemungkinan penyebab kematiannya. Polisi belum memberikan kesimpulan karena penyelidikan masih berada pada tahap awal.
Dari dokumentasi yang beredar, jenazah terlihat mengenakan pakaian berwarna hitam ketika ditemukan. Namun, ciri tersebut belum cukup untuk menentukan identitas korban sehingga polisi masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Petugas akan memeriksa kondisi fisik, pakaian, serta kemungkinan barang yang ditemukan bersama jenazah untuk memperoleh petunjuk. Data orang hilang di wilayah Serang dan daerah sekitarnya juga dapat digunakan sebagai bagian dari proses identifikasi. Apabila diperlukan, pemeriksaan medis dan metode identifikasi lain dapat dilakukan untuk memastikan siapa korban sebenarnya. Kepolisian meminta masyarakat menunggu hasil pemeriksaan sebelum menyimpulkan identitas orang yang ditemukan tersebut.
Penemuan jenazah juga terjadi ketika pencarian terhadap sejumlah jurnalis dan kru yang hilang kontak dalam perjalanan peliputan Gunung Anak Krakatau masih menjadi perhatian di wilayah Banten. Karena itu, polisi tidak langsung mengesampingkan berbagai kemungkinan mengenai identitas korban. Kapolsek Kramatwatu sempat menyebut kemungkinan tersebut ketika menjelaskan bahwa identitas mayat belum diketahui. Meski demikian, belum terdapat bukti yang memastikan jenazah di Kali Terate memiliki hubungan dengan rombongan yang hilang kontak di Selat Sunda. Identifikasi resmi tetap diperlukan sebelum polisi dapat menghubungkan kedua peristiwa tersebut. Langkah tersebut penting agar tidak muncul informasi keliru yang dapat menambah kecemasan keluarga pihak yang masih dalam pencarian.
Proses identifikasi menjadi tahapan utama setelah evakuasi selesai dilakukan. Kondisi jenazah akan diperiksa untuk memperoleh informasi mengenai perkiraan usia, jenis kelamin, ciri fisik, serta tanda khusus yang mungkin membantu pengenalan. Petugas juga dapat membandingkan temuan tersebut dengan laporan kehilangan orang yang diterima kepolisian. Apabila identifikasi secara visual tidak memungkinkan, metode pemeriksaan lain dapat digunakan sesuai kebutuhan. Keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya dapat memberikan informasi kepada kepolisian untuk membantu proses pencocokan. Namun, konfirmasi tetap harus dilakukan melalui prosedur resmi sebelum identitas diumumkan kepada masyarakat.
Selain mengetahui identitas, penyelidikan juga diperlukan untuk menentukan bagaimana korban dapat berada di Kali Terate. Polisi perlu mengetahui apakah korban meninggal akibat tenggelam, terbawa aliran air dari lokasi lain, mengalami kecelakaan, atau terdapat faktor lain yang menyebabkan kematian. Pemeriksaan luar terhadap jenazah dapat memberikan petunjuk awal mengenai keberadaan luka maupun tanda tertentu. Apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan pendalaman, pemeriksaan medis lebih lanjut dapat dilakukan. Keterangan warga yang pertama kali menemukan korban juga menjadi bagian penting untuk mengetahui kapan jenazah pertama kali terlihat dan bagaimana kondisi lingkungan ketika penemuan terjadi. Seluruh informasi tersebut akan disusun untuk membangun kronologi yang lebih lengkap.
Petugas juga dapat melakukan penyisiran di sekitar titik penemuan untuk mencari barang yang mungkin berkaitan dengan korban. Identitas, telepon seluler, tas, alas kaki, maupun benda pribadi lainnya dapat membantu mempercepat proses penyelidikan apabila ditemukan. Kondisi arus air perlu diperhitungkan karena jenazah yang ditemukan di satu lokasi belum tentu berasal dari titik yang sama. Korban dapat terbawa arus sebelum akhirnya tersangkut atau terlihat oleh warga. Karena itu, penyelidikan dapat diperluas ke bagian aliran Kali Terate apabila diperlukan. Informasi mengenai kondisi cuaca dan debit air sebelumnya juga dapat menjadi bahan pendukung untuk memperkirakan pergerakan korban.
Masyarakat yang berada di lokasi diminta memberikan ruang kepada petugas selama proses evakuasi dan pemeriksaan berlangsung. Penyebaran foto jenazah secara terbuka juga sebaiknya dihindari karena identitas korban belum diketahui dan keluarga kemungkinan belum mendapatkan informasi. Foto atau video yang memperlihatkan kondisi korban dapat menimbulkan spekulasi sekaligus memberikan tekanan psikologis kepada keluarga orang hilang. Apabila masyarakat memiliki informasi yang dinilai berkaitan dengan penemuan tersebut, informasi sebaiknya langsung disampaikan kepada kepolisian. Keterangan mengenai orang yang terakhir terlihat di sekitar kali maupun laporan kehilangan dapat membantu penyelidikan. Partisipasi masyarakat diperlukan tanpa mengganggu proses identifikasi yang sedang dilakukan petugas.
Penemuan mayat di aliran sungai atau kali membutuhkan penanganan yang cermat karena kondisi lingkungan dapat memengaruhi bukti yang berada pada tubuh maupun di sekitar korban. Air dapat membawa atau menghilangkan barang tertentu sehingga pemeriksaan lokasi harus dilakukan secepat mungkin. Dokumentasi kondisi ketika jenazah ditemukan menjadi penting untuk membantu penyidik memahami posisi awal korban. Pemeriksaan medis kemudian dapat memberikan informasi tambahan mengenai perkiraan waktu dan penyebab kematian. Apabila tidak ditemukan indikasi tindak pidana, penyelidikan tetap diperlukan untuk mengetahui kronologi kejadian. Sebaliknya, apabila ditemukan tanda mencurigakan, pemeriksaan dapat dikembangkan sesuai temuan petugas.
Hingga proses evakuasi berlangsung, kepolisian belum mengumumkan identitas maupun penyebab kematian mayat yang ditemukan mengambang di Kali Terate tersebut. Fokus petugas saat ini adalah mengangkat jenazah dari aliran air dan melakukan pemeriksaan untuk mendapatkan informasi awal. Penemuan pada sekitar pukul 16.30 WIB itu menjadi perhatian karena berlangsung ketika pencarian terhadap orang hilang di wilayah Banten juga masih dilakukan. Namun, polisi belum memastikan adanya keterkaitan sehingga masyarakat diminta tidak membuat kesimpulan sebelum proses identifikasi selesai. Informasi lebih lanjut mengenai jenis kelamin, identitas, dan penyebab kematian diharapkan dapat diketahui setelah pemeriksaan dilakukan. Kepolisian akan melanjutkan penyelidikan berdasarkan kondisi jenazah serta berbagai bukti dan keterangan yang diperoleh dari lokasi penemuan.





