Jakarta, 14 September 2026 – Timnas Vietnam menghadapi situasi kurang ideal menjelang tampil pada FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan berlangsung di Indonesia. Skuad asuhan Kim Sang-sik harus berhadapan dengan persoalan cedera sejumlah pemain, penurunan kondisi beberapa penggawa, serta keterlambatan bergabungnya pemain dari klub yang masih memiliki agenda kompetisi Asia. Situasi tersebut membuat tim pelatih tidak dapat langsung menjalankan persiapan dengan kekuatan penuh ketika pemusatan latihan dimulai. Vietnam sebenarnya datang dengan status sebagai salah satu kekuatan utama Asia Tenggara setelah mempertahankan gelar regional pada 2026. Namun, FIFA ASEAN Cup memiliki tantangan berbeda karena mempertemukan mereka dengan Thailand, Filipina, dan Pakistan di Grup B Division 1. Turnamen edisi perdana tersebut akan berlangsung pada 24 September hingga 5 Oktober 2026.
Masalah cedera menjadi salah satu sumber kekhawatiran terbesar bagi Vietnam. Kondisi sejumlah pemain membuat Kim Sang-sik harus berhati-hati dalam menentukan komposisi akhir yang akan dibawa ke Indonesia. Bek kiri Nguyen Van Vi termasuk pemain yang sebelumnya dilaporkan mengalami masalah menjelang turnamen. Kehilangan pemain pada posisi tertentu dapat memengaruhi keseimbangan tim karena waktu persiapan menuju pertandingan pertama relatif terbatas. Staf pelatih perlu menentukan apakah pemain yang mengalami masalah kebugaran masih memungkinkan dipertahankan atau harus digantikan. Situasi menjadi semakin rumit karena turnamen berlangsung dengan jadwal yang padat sehingga kondisi fisik setiap pemain akan sangat menentukan.
Persiapan Vietnam juga tidak dapat langsung diikuti seluruh pemain karena beberapa klub masih memiliki pertandingan di kompetisi Asia. Pemain dari Công An Hà Nội dan Thể Công dijadwalkan bergabung lebih lambat karena kewajiban bersama klub masing-masing. Kondisi tersebut mengurangi waktu Kim Sang-sik untuk menjalankan latihan dengan skuad lengkap sebelum keberangkatan menuju Indonesia. Vietnam dijadwalkan mulai berkumpul pada 14 September sebelum daftar pemain kemudian dipangkas menjadi 26 orang. Skuad direncanakan bertolak ke Indonesia pada 21 September. Dengan jadwal tersebut, setiap keterlambatan pemain dapat mengurangi kesempatan pelatih mematangkan organisasi permainan.
Vietnam juga menghadapi tekanan besar karena status mereka sebagai salah satu favorit turnamen. Keberhasilan dalam kompetisi regional sebelumnya membuat ekspektasi terhadap tim meningkat. Mereka tidak hanya dituntut melewati fase grup, tetapi juga bersaing memperebutkan gelar pada edisi pertama FIFA ASEAN Cup. Hasil pertandingan dalam kompetisi ini juga memiliki nilai penting karena turnamen diselenggarakan dalam kalender pertandingan internasional FIFA. Kondisi tersebut memungkinkan negara peserta memanggil pemain terbaik yang memenuhi syarat dan tersedia. Kekuatan lawan karena itu diperkirakan berbeda dibandingkan turnamen regional yang digelar di luar periode internasional resmi.
Persaingan Grup B menjadi tantangan tersendiri karena Vietnam harus menghadapi Thailand, Filipina, dan Pakistan. Pertandingan pertama Vietnam dijadwalkan melawan Filipina pada 26 September. Setelah itu, duel besar menghadapi Thailand berlangsung pada 29 September sebelum Vietnam menutup fase grup melawan Pakistan pada 2 Oktober. Format satu putaran membuat setiap pertandingan memiliki nilai sangat penting karena hanya juara grup yang berhak maju langsung ke final Division 1. Tim peringkat kedua masih memiliki kesempatan bermain dalam pertandingan perebutan tempat ketiga. Kesalahan pada satu pertandingan karena itu dapat memberikan konsekuensi besar terhadap peluang Vietnam menjadi juara.
Pertandingan menghadapi Thailand diperkirakan menjadi salah satu ujian terbesar bagi pasukan Kim Sang-sik. Rivalitas kedua negara telah berkembang menjadi salah satu persaingan paling menarik di sepak bola Asia Tenggara. Vietnam memiliki pengalaman positif menghadapi Thailand, tetapi kondisi tersebut tidak menjamin pertandingan berikutnya berjalan mudah. Kedua tim memahami karakter permainan masing-masing dan memiliki pemain dengan pengalaman internasional cukup besar. Vietnam membutuhkan skuad dalam kondisi terbaik untuk menjaga intensitas permainan selama 90 menit. Karena itu, persoalan kebugaran menjelang turnamen menjadi sesuatu yang ingin segera diselesaikan tim pelatih.
Filipina juga tidak dapat dipandang sebagai lawan yang mudah. Perkembangan skuad mereka dan keberadaan pemain dengan pengalaman di luar negeri dapat memberikan tantangan berbeda bagi pertahanan Vietnam. Laga pertama memiliki arti besar karena kemenangan akan memberikan modal sebelum menghadapi Thailand. Sebaliknya, kehilangan poin dapat membuat Vietnam berada dalam tekanan sejak awal turnamen. Kim Sang-sik karena itu membutuhkan komposisi terbaik sejak pertandingan pembuka. Persoalan cedera dan keterlambatan pemain bergabung membuat proses menentukan susunan utama menjadi lebih rumit.
Di luar kondisi pemain, padatnya jadwal juga menjadi perhatian Vietnam. Apabila mampu finis pada posisi pertama atau kedua grup, mereka dapat menjalani empat pertandingan dalam rentang sekitar 10 hari. Situasi tersebut menuntut kedalaman skuad karena pelatih kemungkinan harus melakukan rotasi. Pemain yang baru pulih dari cedera juga tidak dapat langsung dipaksakan bermain dalam intensitas tinggi secara beruntun. Tim medis memiliki peran besar dalam menentukan kesiapan setiap pemain. Manajemen kebugaran dapat menjadi salah satu faktor yang membedakan tim yang mampu bertahan hingga pertandingan terakhir dengan tim yang kehilangan kekuatan di tengah turnamen.
Meski persiapan menghadapi sejumlah kendala, Vietnam tetap memiliki modal berupa pengalaman dan kontinuitas permainan. Kim Sang-sik telah memahami karakter sebagian besar pemain yang menjadi bagian dari tim dalam beberapa turnamen terakhir. Pengalaman menghadapi tekanan pertandingan regional juga memberikan keuntungan ketika mereka memasuki FIFA ASEAN Cup. Persoalan utama sekarang adalah memastikan pemain penting berada dalam kondisi terbaik ketika kompetisi dimulai. Tim pelatih juga harus menyiapkan alternatif apabila terdapat pemain yang akhirnya tidak dapat dibawa ke Indonesia. Kedalaman skuad akan diuji sejak fase grup karena lawan yang dihadapi memiliki karakter permainan berbeda.
Situasi menjelang FIFA ASEAN Cup 2026 membuat Vietnam harus berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan persoalan kebugaran dan menyatukan skuad. Cedera pemain serta keterlambatan sejumlah penggawa bergabung membuat persiapan Kim Sang-sik tidak berjalan sepenuhnya ideal. Vietnam tetap menjadi salah satu kandidat kuat, tetapi status tersebut harus dibuktikan dalam grup yang juga dihuni Thailand, Filipina, dan Pakistan. Pertandingan pembuka melawan Filipina akan menjadi kesempatan pertama untuk melihat seberapa jauh berbagai persoalan selama persiapan berhasil diatasi. Dengan format kompetisi yang tidak memberikan banyak ruang untuk kehilangan poin, Vietnam membutuhkan konsistensi sejak pertandingan pertama. Kondisi skuad dalam beberapa hari menjelang keberangkatan ke Indonesia pun akan menjadi faktor penting dalam menentukan peluang mereka memburu gelar FIFA ASEAN Cup 2026.







